Identitas Nasional

Identitas Nasional
Dilansir dari buku Pendidikan Kewarganegaraan (2020)karya Damri dan Fauzi Eka Putra, identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimilki oleh suatu bangsa yang secara filosofi membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Identitas nasional juga bersifat buatan dansekunder. Bersifat buatan karena identitas nasional dibuat, dibentuk, dan disepakati oleh suatu warga bangsa sebagai identitasnya. 
Istilah Identas Nasional (national identity) berasal dari kata identitas dan nasional. Identitas (identity) secara harfiah berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jatidiri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain (ICCE, 2002:23). Sedankan kata nasional (national) merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita cita dan tujuan. 

Pengertian Identitas Nasional menurut para ahli

Menurut Dean A. Mix dan Sandra M. Hawley Nation-state adalah suatu bangsa yang mempunyai bangunan politik seperti ketentuan-ketentuan perbatasan teritorial pemerintah yang sah, pengakuan bangsa lain, dan sebagainya 
Menurut Koenta Wibisono (2005) Identitas Nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan bekembang pada aspek kehidupan sebuah bangsa (nasion) dengan ciri khasnya, yang sudah membuat berbeda dengan bangsa lain. 
Menurut Kaelan (2007), identitas nasional pada hakikatnnya adalah manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dengan aspek-aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

Proses pembentukan identitas nasional umumnta membutuhkan perjuangan panjang di antara warga bangsa-negara yang bersangkutan. Hal ini disebabkan identitas nasional adalah hasil kesepakatan masyarakat bangsa itu. Setelah indonesia bernegara, mulai disepakati apa- apa yang dapat menjadi identitas nasionalnnya. Bila dikatakan bangsa Idonesia relatif berhasil dallam membentuk identitas nasionalnya.

Unsur-Unsur Identitas Nasional
Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.
Agama. Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dn berkembang di Nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde baru  tidak diakui sebagai agama resmi negara, tetapi sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan. 
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dandigunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk dan benda benda kebudayaan) sesuai dengan sarana berinteraksi antar manusia.
Bahasa adalah unsur pendukung Identitas Nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambar yang secara arbitrer dibentuk atas unsur unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagau sarana berinteraksi antar manusia.
Kondisi geografis, yang menunjukan lokasi negara dalam kerangka ruang, tempat dan waktu, sehingga menjadi jelas batas batas di muka bumi.


Kedudukan Identitas Nasional Sebagai Karakter Suatu Bangsa
Sebagai pemersatu bangsa, maksudnya identitaas nasioanl adalah alat pemesatu bangsa, seperti contohnya di Indonesia yaitu Pancasila sebgai identitas nasionalnya
Sebagai cir khas yanng membedakan sebuah negara dari bangsa yang lain, maksudnya dengan definisi dari identitas nasional diatas bahwa dikatakan identitas nasional sebagai pembeda ciri-ciri dan jati diri suatu bangsa.
Sebagai pegangan atau landasab bagi sebuah negara untuk berkembang atau mewujudkan potensi yang dimiliki, maksudnya identitas nasional seperti yang disebutkan diatas tadi sebagai jati diri suatu bangsa, dengan adanya identitas nasional maka sebuah bangsa tidak kehilangan arah dan dapat berpegang teguh terhadap prinsip jati dirinya sendiri untuk berkembang.

Pemberdayaan Identitas Nasional
Upaya pemberdayaan identitas nasional perlu ditempuh melalui revitalisasi nilainilai yang terkandung dlam pancasila, yang mengandung dimensi seperti dibawah ini :
Realitas, dalam arti nilai-nilai yang dikandung pancasila bersifat objektif yang dapat tumbuh dan bekembang di tengah-tengah masyarakat.
Idealitas, dalam arti idealisme yang dikandung Pancasila bukan sekedar utopis tanpa makna tetapi sebuah kata kerja untuk membangkitakan gairah dan optimisme dalam menjalani masa depan.
Fleksibilitas, artinya Pancasila terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan perkembangan sehingga Pancasila tetap actual, relean serta fungsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indnesia yang berbhineka tunggal ika.

Dengan demikian identitas nasional dapat dipahami oleh masyarakat sebagai penerus tradisi dengan nilai-nilai yang diwariskan dan diajarkan oleh para pendiri Negara. Namun, perlu diinga bahwa zaman senantiasa berubah yang tidak saja berbeda, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai tradisi yang diwariskan.

Tanpa kehilangan nilai dan hakikatnya Pancasila menjadi tetap aktual, relevan serta fungsionalsebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bagsadan negara dengan jiwa dan semangat  “Bineka Tunggal Ika” sebagaimana dikembangkan di Pusat Studi Pancasila (di UGM), Laboratorium Pancasila (di Universitas N egeri Malang) 

Sumber Identitas Nasioanl Bangsa Idonesia
Dasar Negara
Dasar negara merupkan lambang yang menyatukan bangsa indonesia, yang beragam-ragam, merupakan kesepakatan bersama yang menyatukan bangsa Indonesia. Oleh Sebab itu dasar yang melandasi negara adalah merupakan identitas nasional. 
Wilayah dan Kondisi Geografis 
Wilayah yang terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara  2 benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania diakui kedaulatannya oleh Belanda sendiri dan dunia sebagai Negara kesatuanRepublik Indonesia (NKRI)  yang merdeka, berdaulat dan bersatu. 
Politik Indonesia 
Indonesia adalah negara demokrasi Pancasila. Segala sesuatu di Indonesiadiatur dan dimusyawarahkan secara mufakat, hikmat dan kebijaksanaan. Perpolitikan di Indnesia berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Ideologi dan Agama
Seperti diatur dalam UUD 1945 bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan beragama di dalam kehidupan warga negara Indonesia. Masing-masing warga negara Inndonesia berhak untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing dan menjalankan peribadatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing warga negara Indonesia. 
Ekonomi 
Perekonomian bangsa Indonesia sepertidiatur dalam UUD 1945 adalah ekonomi yang bersifat kerakyatan. Kekayaan alam dan segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak diatur oleh negara untuk sebesar besarnya digunakan demi menyejahterakan seluruh penduduk Indonesia.
Jadi bangsa indonesia memiliki asas perekonomian untuk kekayaan alam danmenyangkut hidup orang banyak diatur oleh negara, sedangkan bidang lainnya dijalankan oleh swasta dan koperasi.
Pertahanan Keamanan
Pertahanan rakyat semesta atau Hankamrata (pertahanan dan keamanan rakyat semesta)
Demografi
Dibagian barat indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku melayu, sementara di timur adalah suku papua, yang mempunyai akar di kepulauan Malenesia.
Kebudayaan 
Kebudayaan merupakan patokan nilai nilai etika dan moral, baik yang tergolong sebagai ideal atau yang seharusnya (word view) maupun yang operasional dan aktual di dalam kehidupan sehari-hari (ethos). 
Bahasa 
Bahsa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahsa dipahami sebgai sistem perlambang yang secara arbitrer. Di indonesia sendiriterdapat beragam bahsa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa etnis. 
 





Tugas ini untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang diampu oleh

Nunu Mahmud Firdaus, M.Pd




Disusun oleh
Nama : Wina Nurhabibah
Kelas : A1 PBSI
NIM : 20210067

DAFTAR PUSTKA
(Abdul Rohman, Pendiidikan multikurtural: penguatan identitas nasional di era revolusi industri 4.0, 2018)

Dwi Sulisworo dan Triwahyuningsih Triwahyuningsih. 2012. Identitas Nasional DBA Dikdik Baehaqi Arif: Universitas Ahmad Dahlan.


 
 

Komentar